yey........GOT MY LICENCE 'P' FOR CAR
Wednesday, June 1, 2011
Tuesday, May 31, 2011
letih...............
Monday, May 30, 2011
ah........................tidak.......
2 days ago........aku dh masuk alam dewasa......
tapi rasa diri nie x reti2 nak matang lagi.fikiran mcm mentah ja......aiisshhhh...
member ramai dah kawenn..matang betul fikiran diorang nie....
dalam fikiran skrg ada famly,kawan n nak futher study lagi....eh satu lg ALLAH N RASUL..
dalam otak nie..ada empat ja bahagian............dah cukup each part..tp soal cinta nk letak kat mana ya???????????di hati dh kena 'chop' oleh ALLAH....
PERGHHHH..terasa diri nie dh matang..wahhhhh
Friday, May 27, 2011
what the category of my heart???
Macam-macam hati
Hati merupakan bagian terpenting dalam tubuh manusia. Hati ini tidak akan terlepas dari tanggung jawab yang dilakukannya kelak di akhirat, sebagaimana firman Allah: "Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungan jawabnya." (Al-Isra: 36).
Dalam tubuh manusia kedudukan hati dengan anggota yang lainnya adalah ibarat seorang raja dengan seluruh bala tentara dan rakyatnya, yang semuanya tunduk di bawah kekuasaan dan perintahnya, dan bekerja sesuai dengan apa yang dikehendakinya.
" Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka akan menjadi baik semuanya, dan apabila segumpal daging itu jelek, maka akan jeleklah semuanya, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
1. Hati yang sehat
Yaitu hati yang terbebas dari berbagai penyakit hati. Firman Allah: "(Yaitu) di hari yang harta dan anak-anak tidak akan bermanfaat kecuali siapa yang datang mengharap Allah dengan membawa hati yang selamat." (Asy-Syura: 88-89).
Ayat ini sangatlah mengesankan, di sela-sela harta benda yang diburu dan dikejar-kejar orang, dan anak-anak laki-laki yang sukses dengan materinya dan sangat dibanggakan, ternyata itu semua tidak akan memberi manfaat kecuali siapa yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat.
Yaitu selamat dari semua nafsu syahwat yang bertentangan dengan perintah Allah dan laranganNya, dan dari semua syubhat yang memalingkan dari kebenaran, selamat dari peribadatan dan penghambaan diri kepada selain Allah, selamat dari berhukum dengan hukum yang tidak diajarkan oleh Allah dan RasulNya, dan mengikhlaskan seluruh peribadatannya hanya karena Allah, iradahnya, kecintaannya, tawakkalnya, taubatnya, ibadah dalam bentuk sembelihannya, takutnya, raja'nya, diikhlaskannya semua amal hanya kepada Allah.
Apabila ia mencintai maka cintanya karena Allah,
apabila ia membenci maka bencinya karena Allah,
apabila ia memberi maka memberinya karena Allah,
apabila menolak maka menolaknya karena Allah.
Dan tidak hanya cukup dengan ini, sampai ia berlepas diri dari semua bentuk keterikatan dan berhukum yang menyelisihi contoh dari Rasulullah. Maka hatinya sangat tertarik dengan ikatan yang kuat atas dasar mengikuti jejak langkah Rasulullah semata, dan tidak mendahulukan yang lainnya baik ucapan maupun perbuatannya.
Firman Allah: "Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya, bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Al-Hujurat: 1).
2. Hati yang mati
Yaitu kebalikan dari hati yang sehat, hati yang tidak mengenal dengan Rabbnya, tidak melakukan ibadah sesuai dengan apa yang perintahkanNya, dicintaiNya dan diridhaiNya. Bahkan selalu memperturutkan nafsu dan syahwatnya serta kenikmatan dan hingar bingarnya dunia, walaupun ia tahu bahwa itu amatlah dimurkai oleh Allah dan dibenciNya.
Ia tidak pernah peduli tatkala memuaskan diri dengan nafsu syahwatnya itu diridhaiNya atau dimurkaiNya, dan ia menghambakan diri dalam segala bentuk kepada selain Allah.
Apabila ia mencintai maka cintanya karena nafsunya, apabila ia membenci maka bencinya karena nafsunya, apabila ia memberi maka itu karena nafsunya, apabila ia menolak maka tolakannya atas dasar nafsunya, maka nafsunya sangat berperan dalam dirinya, dan lebih ia cintai daripada ridha Allah.
Orang yang demikian menjadikan hawa nafsu sebagai imamnya, syahwat sebagai komandannya, kebodohan menjadi sopirnya, dan kelalaian sebagai tunggangan dan kendaraannya. Pikirannya hanya untuk mendapatkan dunia yang menipu ini dan dibuat mabuk oleh nafsu untuk mendapatkannya,
ia tidak pernah meminta kepada Allah kecuali dari tempat yang jauh. Tidak membutuhkan nasihat-nasihat dan selalu mengikuti langkah-langkah syetan yang selalu merayu dan menggodanya.
Maka bergaul dengan orang seperti ini akan mencelakakan kita, berkawan dengannya akan meracuni kita, dan duduk dengannya akan membinasakan kita.
3. Hati Yang Sakit
Yaitu hati yang hidup tapi ada penyakitnya, hati orang yang taat terhadap perintah-perintah Allah tetapi kadangkala juga berbuat maksiat, dan kadang-kadang salah satu di antara keduanya saling berusaha untuk mengalahkannya.
Hati jenis ini, mencintai Allah, iman kepadaNya beribadah kepadaNya dengan ikhlas dan tawakkal kepadaNya, itu semua selalu dilakukannya tetapi ia juga mencintai nafsu syahwat dan kadang-kadang sangat berperan dalam hatinya serta berusaha untuk mendapatkannya.
Hasad, sombong (dalam beribadah kepada Allah), ujub, dan terombang-ambing antara dua keinginan yaitu keinginan terhadap kenikmatan kehidupan akhirat serta keinginan untuk mendapatkan gemerlapnya dunia.Maka hati yang pertama hidup, tumbuh, khusyu' dan yang kedua layu kemudian mati. Adapun yang ketiga dalam keadaan tidak menentu, apakah akan hidup ataukah akan mati. Kemudian banyak sekali orang yang hatinya sakit dan sakitnya bahkan semakin parah, tetapi tidak merasa kalau hatinya sakit, bahkan sekalipun telah mati hatinya tetapi tidak tahu kalau hatinya telah mati.
Hati merupakan bagian terpenting dalam tubuh manusia. Hati ini tidak akan terlepas dari tanggung jawab yang dilakukannya kelak di akhirat, sebagaimana firman Allah: "Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungan jawabnya." (Al-Isra: 36).
Dalam tubuh manusia kedudukan hati dengan anggota yang lainnya adalah ibarat seorang raja dengan seluruh bala tentara dan rakyatnya, yang semuanya tunduk di bawah kekuasaan dan perintahnya, dan bekerja sesuai dengan apa yang dikehendakinya.
" Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka akan menjadi baik semuanya, dan apabila segumpal daging itu jelek, maka akan jeleklah semuanya, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
1. Hati yang sehat
Yaitu hati yang terbebas dari berbagai penyakit hati. Firman Allah: "(Yaitu) di hari yang harta dan anak-anak tidak akan bermanfaat kecuali siapa yang datang mengharap Allah dengan membawa hati yang selamat." (Asy-Syura: 88-89).
Ayat ini sangatlah mengesankan, di sela-sela harta benda yang diburu dan dikejar-kejar orang, dan anak-anak laki-laki yang sukses dengan materinya dan sangat dibanggakan, ternyata itu semua tidak akan memberi manfaat kecuali siapa yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat.
Yaitu selamat dari semua nafsu syahwat yang bertentangan dengan perintah Allah dan laranganNya, dan dari semua syubhat yang memalingkan dari kebenaran, selamat dari peribadatan dan penghambaan diri kepada selain Allah, selamat dari berhukum dengan hukum yang tidak diajarkan oleh Allah dan RasulNya, dan mengikhlaskan seluruh peribadatannya hanya karena Allah, iradahnya, kecintaannya, tawakkalnya, taubatnya, ibadah dalam bentuk sembelihannya, takutnya, raja'nya, diikhlaskannya semua amal hanya kepada Allah.
Apabila ia mencintai maka cintanya karena Allah,
apabila ia membenci maka bencinya karena Allah,
apabila ia memberi maka memberinya karena Allah,
apabila menolak maka menolaknya karena Allah.
Dan tidak hanya cukup dengan ini, sampai ia berlepas diri dari semua bentuk keterikatan dan berhukum yang menyelisihi contoh dari Rasulullah. Maka hatinya sangat tertarik dengan ikatan yang kuat atas dasar mengikuti jejak langkah Rasulullah semata, dan tidak mendahulukan yang lainnya baik ucapan maupun perbuatannya.
Firman Allah: "Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya, bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Al-Hujurat: 1).
2. Hati yang mati
Yaitu kebalikan dari hati yang sehat, hati yang tidak mengenal dengan Rabbnya, tidak melakukan ibadah sesuai dengan apa yang perintahkanNya, dicintaiNya dan diridhaiNya. Bahkan selalu memperturutkan nafsu dan syahwatnya serta kenikmatan dan hingar bingarnya dunia, walaupun ia tahu bahwa itu amatlah dimurkai oleh Allah dan dibenciNya.
Ia tidak pernah peduli tatkala memuaskan diri dengan nafsu syahwatnya itu diridhaiNya atau dimurkaiNya, dan ia menghambakan diri dalam segala bentuk kepada selain Allah.
Apabila ia mencintai maka cintanya karena nafsunya, apabila ia membenci maka bencinya karena nafsunya, apabila ia memberi maka itu karena nafsunya, apabila ia menolak maka tolakannya atas dasar nafsunya, maka nafsunya sangat berperan dalam dirinya, dan lebih ia cintai daripada ridha Allah.
Orang yang demikian menjadikan hawa nafsu sebagai imamnya, syahwat sebagai komandannya, kebodohan menjadi sopirnya, dan kelalaian sebagai tunggangan dan kendaraannya. Pikirannya hanya untuk mendapatkan dunia yang menipu ini dan dibuat mabuk oleh nafsu untuk mendapatkannya,
ia tidak pernah meminta kepada Allah kecuali dari tempat yang jauh. Tidak membutuhkan nasihat-nasihat dan selalu mengikuti langkah-langkah syetan yang selalu merayu dan menggodanya.
Maka bergaul dengan orang seperti ini akan mencelakakan kita, berkawan dengannya akan meracuni kita, dan duduk dengannya akan membinasakan kita.
3. Hati Yang Sakit
Yaitu hati yang hidup tapi ada penyakitnya, hati orang yang taat terhadap perintah-perintah Allah tetapi kadangkala juga berbuat maksiat, dan kadang-kadang salah satu di antara keduanya saling berusaha untuk mengalahkannya.
Hati jenis ini, mencintai Allah, iman kepadaNya beribadah kepadaNya dengan ikhlas dan tawakkal kepadaNya, itu semua selalu dilakukannya tetapi ia juga mencintai nafsu syahwat dan kadang-kadang sangat berperan dalam hatinya serta berusaha untuk mendapatkannya.
Hasad, sombong (dalam beribadah kepada Allah), ujub, dan terombang-ambing antara dua keinginan yaitu keinginan terhadap kenikmatan kehidupan akhirat serta keinginan untuk mendapatkan gemerlapnya dunia.Maka hati yang pertama hidup, tumbuh, khusyu' dan yang kedua layu kemudian mati. Adapun yang ketiga dalam keadaan tidak menentu, apakah akan hidup ataukah akan mati. Kemudian banyak sekali orang yang hatinya sakit dan sakitnya bahkan semakin parah, tetapi tidak merasa kalau hatinya sakit, bahkan sekalipun telah mati hatinya tetapi tidak tahu kalau hatinya telah mati.
Monday, May 2, 2011
what my heart for................????
it's hurt when u like someone, then u know that he like someone else(HUMAN)........but someone is always waiting for us to love he as much as we can it is ALLAH......
it's true that every one had feeling that can't be deny too.......LOVE.....SARANG......AI..........EL AMOR....
i had my feeling too, but i like too kept it deep in my heart even it was hurt the most............AIGOOO.........listen to my heart beat.............beating for u........BEAT FOR WHO SUPPOSE TOO BE.....????ALLAH.........every time i fight in my heart to kept thinking about ALLAH.............then it's come the person that i like.........eotteoghe???dream someone that u like most is the playground that plan by SYAITAN......this happen because u kept thinking bout' he until u slept...it happent to me too.....my housemate said that i did'nt know being hurt by guy...........PERGHHH....out of word.................................for the guy that i like for three year......hope u can give me clorox to forgot u........................
Thursday, April 21, 2011
HARD-TY.............
ottoke???????????? i forgot that's tonight is malam baraka'. neaga lupa sesangat..aishhhh jhoemal mianhanda YA ALLAH.............hati nie x ingat langsung kpada MU.............sya baca al-quran, then sya x baca YASSIN pun for this night................HORRIBLE sngat...........PERGHHHHH....other thing i can remember, but for the 'thing' that make me remember...i didn't ingat.........
i admit that my heart is at critical level(pendemic).............then me is at this situation :
Tanda-tanda hati yang rosak:
1. Hati tidak merasa bersalah apabila terlibat melakukan dosa dan maksiat.
2. Tidak terasa untuk melakukan taubat apabila melakukan kesalahan.
3. Merasa seronok bergelumang dalam dosa.
4. Tidak mempedulikan perintah Allah, malah suka terbabit pada larangan-Nya.
5. Benci kepada kebenaran dan cuba menghalang kemaraannya.
6. Benci kepada orang-orang soleh atau mereka yang suka melakukan kebaikan.
7. Suka bertengkar pada perkara yang tidak memberi manfaat untuk agama.
8. Menerima rasuah, sogokan, riba dan perkara haram serta merasakan keseronokannya.
9. Takut kepada orang yang gagah, tetapi sedikit pun tidak takut kepada Allah.
10. Benci kepada perkara makruf dan suka kepada perkara mungkar.
ibu n ayah........neaga nk jga hati supaya ingat ur advice..............
one thing that u should know that my heartbeat keep shock whe look at him.............
this my main sinner that i can't take my eye of him.........
ALLAH.......................U KNOW ME BETTER.........my love.........
i admit that my heart is at critical level(pendemic).............then me is at this situation :
Tanda-tanda hati yang rosak:
1. Hati tidak merasa bersalah apabila terlibat melakukan dosa dan maksiat.
2. Tidak terasa untuk melakukan taubat apabila melakukan kesalahan.
3. Merasa seronok bergelumang dalam dosa.
4. Tidak mempedulikan perintah Allah, malah suka terbabit pada larangan-Nya.
5. Benci kepada kebenaran dan cuba menghalang kemaraannya.
6. Benci kepada orang-orang soleh atau mereka yang suka melakukan kebaikan.
7. Suka bertengkar pada perkara yang tidak memberi manfaat untuk agama.
8. Menerima rasuah, sogokan, riba dan perkara haram serta merasakan keseronokannya.
9. Takut kepada orang yang gagah, tetapi sedikit pun tidak takut kepada Allah.
10. Benci kepada perkara makruf dan suka kepada perkara mungkar.
ibu n ayah........neaga nk jga hati supaya ingat ur advice..............
one thing that u should know that my heartbeat keep shock whe look at him.............
this my main sinner that i can't take my eye of him.........
ALLAH.......................U KNOW ME BETTER.........my love.........
Sunday, March 20, 2011
Teguran Itu Penting
www.iluvislam.com
Oleh: Mahasiswa21
Editor: cincaugoreng
Orang yang dapat menegur orang lain adalah orang yang sedia menerima teguran orang lain
Ayat diatas adalah antara kata-kata cerdik pandai mengenai orang yang menegur dan ditegur. Teguran boleh berlaku di mana-mana, berlaku di dalam pemerintahan kerajaan, di dalam syarikat-syarikat, di dalam persatuan-persatuan, di sekolah. Dalam rumahtangga juga berlaku, bapa menegur anak, isteri ditegur suami, dan lain-lain. Makna katanya teguran itu berlaku di mana-mana sahaja.
Jerash, Jordan
Teguran boleh dibahagi kepada dua secara asasnya, teguran yang membina dan yang statik dan jumud. Manusia keseluruhannya mengharapkan teguran yang membina bukan yang statik. Tetapi tidak kurang juga yang tidak lansgsung suka ditegur.
Sifat manusia yang diketahui ialah, hanya bersedia ditegur apabila dia yang membutuhkan teguran tersebut. Contohnya, Si A pergi ke Si B dan ingin meminta teguran atau nasihat, ketika itu apa sahaja yang dikatakan oleh Si B akan di dengari dengan berlapang dada.
Lain pula sekiranya seseorang yang tidak membutuhkan teguran, tiba-tiba ditegur. Hanya setengah orang yang berjiwa besar sahaja yang boleh menerima teguran spontan tersebut, Manakala yang berjiwa kecil, akan terasa dan terus terseksa hati.
Orang yang Menegur
Manusia memang tidak pernah lari daripada melakukan kesalahan, yang berbeza hanya banyak dan sedikit. Tetapi biarlah orang yang cuba menegur tersebut adalah orang yang minimum kesalahannya supaya teguran yang diberikan itu bersifat trully dan hidup.
Jangan jadi seperti ketam yang mengajar anaknya berjalan lurus. Sesuatu yang agak pelik apabila penagih dadah tegar mengajar atau menegur orang lain pergi ke masjid, walhal mereka sendiri masih terkontang kanting ditepi longkang dalam kotak.
Sebab itu kalau kita suka menegur, kita mesti pastikan teguran itu di tuju ke arah kita terlebih dahulu, kemudian baru ke orang lain.
Orang yang Ditegur
Teguran itu kebiasaannya bersifat membina, kerana apa yang tidak kita sedar kadang-kadang orang lain sudah sedar terlebih dahulu, persepsi kita lain, persepsi orang, lain. Sebab itu apabila ditegur, jangan terlalu cepat melenting dan menolak teguran tersebut. Kalau begitu, anda adalah orang paling rugi, kerana anda berpeluang membina diri anda tetapi awal-awal lagi anda sudah merobohkannya.
Kata Hukama, "Orang biasa akan marah apabila dikritik oleh orang lain, manakala orang yang mulia ialah mereka yang memperbaiki diri daripada kritikan orang lain. Seharusnya begini lah resam kehidupan kita".
Manusia memerlukan 'cermin' bagi bagi meneliti diri. Orang disekeliling adalah cermin bagi kita. Cuba bayangkan anda bercukur misai tanpa bercermin. Bukankah susah?.
Yang Paling Penting
Setiap orang yang menegur pasti sedia juga ditegur. Ramai yang tidak mampu lakukan ini. Hanya suka menegur tetapi tidak pula suka ditegur. Sebab itu penting apabila menegur isyaratkan terlebih dahulu, teguran itu adalah terlebih dahulu untuk diri sendiri.
Ingat! Apabila anda menuding jari terhadap kesilapan orang lain, sebenarnya 3 jari anda telah menuding kepada diri anda sendiri. Itu adatnya.

